Monday, October 3, 2016

Sesuatu Yang Hilang

  5 comments

-Aku tak tahu apa yang harus kuucapkan, dan aku tak tahu bagaimana nada yang benar saat aku menyampaikan hal ini-
Apa kabar kamu hari ini? Segala kesibukanmu berjalan dengan lancar kan? Hati-hati, cuaca sedang buruk, terlebih lagi kamu mudah terserang flu atau demam. Sepi tidak di sana? Ah, iya, aku sudah jarang mengirimimu pesan sepanjang yang pernah kulakukan dulu. Ponselmu pasti terlihat lebih tenang, ya? Kamu suka itu? Sepertinya ini lebih dewasa, tapi asal kamu tahu aku selalu menulisnya dengan menghapus dan mengetiknya ulang beberapa kali untuk memperpendek pesanku. Kamu tak butuh sakit, jadi, yah kamu sudah hafal kan apa yang akan kukatakan dalam topik ini? Aku rasa aku tak perlu mengingatkanmu terlalu banyak.
Masalah aku rindu padamu atau tidak, itu bukan hal rahasia yang harus kau cari tahu. Tapi jika kau tak mengetahuinya, tenang saja, aku tak akan mengecapmu dengan predikat kurang peka, toh nanti aku pasti akan secara otomatis mengirimimu pesan yang berisikan bahwa aku rindu padamu. Tak usah memaksa untuk jadi lebih peka. Aku cukup tahu diri dengan kondisi kita yang menyulitkan kita bahkan untuk sekadar berbalas pesan.
Kenapa? Kau merasa ada yang salah ya di sini? Tidak, tidak ada, ini tetap aku, kok. Siapa aku yang kau kenal beberapa lama yang lalu, hanya saja kali ini dengan adaptasi yang berbeda, yang kusesuaikan dengan bagaimana dan siapa kamu sekarang. Kalau aku berhasil, dan kau menyukainya, beritahu aku, ya.
Ingat saja satu hal, aku selalu mencintaimu dengan cara yang kamu tahu. Kamu mengenalku dengan sangat baik, jika kamu merasa aku memaksakan diriku untuk bersikap seperti ini, aku tak bisa menyalahkan anggapanmu, karena kamu terlalu tahu apa adanya aku.
Terlepas dari apa yang sudah terjadi dan merubah keadaan kita, aku hanya ingin kembali ke masa lalu sebentar saja untuk mengumpulkan kekuatan dan semangatku, karena semua ini terlalu berbeda dari siapa kita sebelumnya.