Thursday, September 22, 2016

Perkara siapa yang terbaik

  27 comments

Bisa kau beri alasan kenapa kau memilih orang yang kau pilih saat ini, orang yang telah mengisi hatimu selama ini, orang yang kau sendiri tak punya alasan untuk meninggalkannya saat ini. Entah kenapa orang itu memang yang terbaik, tapi bukankah ada banyak orang yang lebih baik disana dibanding orang yang kau pilih saat ini?

Perkara cinta, bukankah masalah ragu, jenuh, egois, dan pencemburu, semua adalah bumbu. Lalu banyak orang menilai semua adalah kekurangan dari apa yang selama ini kita menerima apa adanya cinta.

Banyak cinta yang buta akan kekurangan. Mereka seakan lupa kalau selama ini dia lebih dari apa yang kau harapkan disana. Bukankah dengan merelakan dan menunggu adalah pengorbanan yang tulus baginya, sebuah kesetiaan yang langka, yang semua orang belum tentu bisa melakukanya.

Ada banyak orang disana sedang dilupakan akan masalah- masalah kecil, yang mereka ingat hanyalah 'lari dari masalah', lalu melampiaskannya dengan hati yang baru, yang menurut mereka , hati yang baru akan lebih baik ketimbang hati yang lama yang hanya merusak dan tidak ada rasa pengertiannya.

Menyesal karena telah memilih hati yang baru itu Ungkapan bodoh mereka yang telah mantap meyakinkan hati untuk hati yang baru dan mengecewakannya begitu saja dikemudian hari, yang seakan lupa, janji-janji manis yang sering diucapkan "Aku, gak akan ninggalin kamu" ini bukan perkara siapa yang pergi dan siapa yang telah lelah mempertahankan karena hubungan yang tak seimbang.

Ada banyak rasa bersalah karena mereka bingung untuk apa bertahan dalam kondisi cinta yang sudah tidak ada pada kedua belah pihak. Bukankah itu akan menyakiti keduanya. Tapi, bisakah teliti sebentar dengan apa yang pernah dilakukan dulu, kesempatan untuk mendapatkannya, dan pengorbanan untuk memantapkan hatinya untukmu. Di luar sana ada banyak orang yang jauh lebih baik dari apa yang kamu kejar, tapi ia memilihmu.

Ini pernyataan yang menyakitkan untuk dirasakan, untuk direnungkan, untuk diketahui kalau kau layak untuknya, mantapkan hatimu kembali, kalau cinta yang kau bangun dulu, dan kau akan bangun kembali dengan bangunan yang lebih kokoh lagi, anggap saja kalau dulu kau belum begitu gigih untuk membangun pondasi cinta yang kuat untuknya. San kali ini kesempatan memang berpihak dua kali padamu, dan yang mesti kau lakukan adalah, kau gunakan dan dia tak kembali ragu untuk meyakinkanmu.

Sepertinya ada saja masalah yang hadir dalam cinta, bukankah sudah dibahas tadi kalau itu bumbu, ah itu bukan bumbu, itu Vitamin agar kita bisa bertahan.

Jika bumbu itu terlalu banyak tidak enaklah sebuah makanan. tapi, jika Vitamin itu teratur kita gunakan walaupun banyak itu akan memperkokoh tubuh kita dan tak akan goyah sama sekali. Ini perkara cinta, untuk apa memulai dan menyakiti.

Lalu untuk apa kata sempurna? Menjadi yang sempurna memang pilihan, tapi perkara melengkapi jauh lebih baik dari sempurna. Jika ada kesempurnaan namun tidak melengkapi untuk apa? Bukankah cinta untuk saling memberi lalu menerima yang dalam arti melengkapi. Bukan memberi lalu "kau sempurna di matanya".

cinta itu melengkapi apa yang kurang dengan yang dicintainya. Belajarlah melengkapi sebuah cinta, lalu kau akan mendapatkan yang terbaik untuk kau syukuri.

dan orang yang terbaik saat ini berada jauh dari dirimu, dan sulit untuk meyakinkan apa dia benar- benar yang terbaik dan melengkapimu.

Monday, September 19, 2016

Sangatlah Buruk

  No comments

Sangat lah buruk, ketika kita mengharapkan seseorang yang bisa kita pertahankan namun semua sirna ketika waktu yang membuat kita bertemu pada titik yang sama, jenuh.

Sangatlah buruk, ketika harapan yang sudah kita bangun bersama, hubungan yang kita yakin sudah kokoh menjadi terbalik ketika waktu menguji kita dengan keras kepalanya kita.

Sangatlah buruk, ketika cinta yang sudah kita tanam mulai tumbuh benih-benih pengertian satu sama lain, semua tertutup ketika kita menjadi enggan memilih siapa yang ingin kita pahami.

Sangatlah buruk, ketika apa yang kita hadapi bersama, masa tersulit masa ketika kita bisa tertawa bersama menjadi harapan ingin melupakan satu sama lain.

Sangatlah buruk, ketika kita sudah mengerti untuk menunggu satu sama lain, namun semua sirna ketika waktu mengikis kesabaran.

Sangatlah buruk, ketika kepercayaan yang kita pegang untuk memahami, semua sirna ketika orang lain masuk dalam hubungan kita. Jangan bertanya siapa yang memulai.

Sangatlah buruk, dan buruk sekali. berbulan bulan kita memperjuangkan satu sama lain, berbulan bulan kita membangun impian, dan berbulan bulan kita menyimpan rindu. Semuanya akan kita lupakan dengan masa yang paling sulit, menerima hati yang baru. Dan tetap melupakan.

Friday, September 9, 2016

Aku Ingin Kita Bertahan

  1 comment

Siapa sangka, kita bisa dipertemukan dalam kondisi cinta yang ruangnya berbeda. Ini memang bukan keinginan kita, tapi dari kondisi ruang yang berbeda kita diberikan selang waktu yang tidak dijelaskan, selang waktu yang dimaksud adalah "pertemuan". Kapan kita menentukan pertemuan? Bukankah setiap rencana pertemuan hadir selalu tertunda entah itu masalah kamu disana dan aku disini, selalu ada masalah yang menunda pertemuan kita. Aku tak tak tahu ini kenapa bisa terjadi, tentunya hikmah dari semua tertundanya pertemuan adalah, kita diajarkan rasa 'sabar' yang lebih, perlahan memberi arti kedewasaan untuk menyikapinya.

Ada harapan yang kau janjikan, selalu seperti aku mengharapkan perkataanmu dulu "Semua yang aku lakukan disini, kesibukan apapun aku, aku ingin sepenuhnya bisa berbagi denganmu" aku ingin apa yang kau katakan tadi benar adanya hingga saat ini. Aku rindu kau berkata
"Aku kangen kamu lho, lagi sibuk juga,. Tapi, kapan ya aku bisa nemuin kamu. Kangen tapi gak bisa ninggalin kesibukkan disini, semoga kamu sabar, ya, Sayang" itu percakapan ketika saat saat kita benar benar merasa greget oleh rindu, kau yang mengucapkannya langsung, kau tak tahu, saat kau mengatakannya tak terasa buliran air menetes di pipiku.



Aku rindu semuanya, semua tentang kesibukkanmu yang mudah berbagi denganku. Setidaknya kau anggap aku ada denganmu, di sisimu dan selalu memberi semangat, agar kau tetap adanya kau. Melakukan semuanya dengan baik dan menjaga hubungan kita dengan baik.

Aku tak ingin berhenti sampai disini, semua sudah terlalu banyak perjuangan yang selama ini kita lakukan.
Pertemuan yang kau sendiri tidak kenal lelah selama dalam perjalanan, aku tak ingin menyerah hanya karena berjuang sendiri. Tersadar sudah berapa banyak pengorbanan yang kau lakukan untukku, menemuiku, meluangkan banyak waktunya untukku.

Semua itu demi agar kerinduanku akan kamu tak sia-sia bukan? Aku seharusnya yang sadar kalau kedatanganmu nanti bukan hanya demi diriku disini, melainkan hubungan supaya kita terjaga dengan baik-baik, begitupun rindu.

Tak banyak inginku, aku ingin selalu mengerti. Terlalu banyak harap yang kau timbulkan, kekecewaan tak akan menyurutkan kalau aku benar-benar ingin mempertahankanmu. Aku memahami kalau kita masih terlalu dini membicarakan kommitmen, tapi aku ingin hubungan kita tak kita sia-siakan dengan keegoisan karena alasan mungkin karena kita masih muda.

Aku ingin kita saling mencintai layaknya pagi, dimana matahari barulah terbit, sejuknya tetesan embun, saat aku terbangun ada harapan-harapan baru setiap harinya.

Semangat baru, cinta yang kau tanamkan agar tumbuh menyejukkan kita, dan untuk mempertahankan kalau hari yang dimiliki adalah kita.