Monday, August 15, 2016

Kita dan rindu.

  1 comment

Kita adalah sebuah perjalanan, entah itu berapa lama kita akan singgah untuk bersama.
Ada dua arah yang kita lalui, kau disana aku disini.

Kita adalah sebuah harapan, tentang bagaimana mengendalikan waktu.
Waktu yang terasa lambat karena rindu.
Waktu yang terasa berhenti tentang kamu.
Waktu yang selalu diam jika kutanya "kapan ia pulang"
Waktu yang menjawab kau kembali.

Kita yang menciptakan kerinduan.
Tentram dalam keramaian, gaduh saat hening.

Kita adalah kesempatan.
Menciptakan kebersamaan saat terpisah.
Mengharapkan kebersamaan menjadi abadi.

Rindu adalah anugerah.
Karena kita yang menciptakan.
Jauh dan terpisah, mendoakan dalam diam.

Saturday, August 13, 2016

Mereka Tertawakan Aku

  4 comments

Mereka tertawakan aku
Akan naifnya diriku dalam pencarianku tentang ungkapan Peduli.

Mereka katakan itu sesuatu yang menggelikan dan tidak realistis.
Aku tak mengapa.

Mereka tertawakan aku
Ketika ku dekati hidup kelam dan ku peluk mesra ia seolah kami saling mengasihi.

Meski aku tahu kalau – kalau hitam dapat bunuh aku seketika itu juga.

Tanpa kata terujarkan terlebih dahulu.
Aku tak pedulikan
Mereka tertawakan aku

Ketika ku percaya saja akan permainan sang belati.
Meski kemudian ku dapati luka di segala penjuru sanubari.
Dan ku berlinang airmata
hingga mengering karna sapuan angin.

Aku bertahan
Aku bukan siapa-siapa
Aku hanya seorang pengelana yang haus akan ungkapan kasih sesungguhnya.

Dimana bisa ku temui ia
dalam wujudnya yang
terselubung sekalipun.
Dalam celahnya yang tersempit sekalipun.

Dan tahu apa mereka tentang dalamnya benak ku?
Tahu apa mereka tentang relung jiwaku ketika mereka Tertawakan aku?

Yang mereka tahu hanya yang terlihat kasat mata.
Tidak lah mereka lihat makna sesungguhnya dari mata hitam itu.

Ada derita
Ada kecewa
Terangkum menjadi satu warna tanpa terang di sertakan didalamnya
Jadi bagaimana bisa mereka dapati itu?
Tidaklah mereka rasakan tindak tanduk sejujurnya dari belati itu.

Protes keras sayap kiri nan radikal Dengan lautan imajinasi yang frontal Enyahkan nikmat serta welas asih yang tak pernah sang belati kecap Jadi bagaimana mereka bisa dapati itu?

Mereka tertawakan aku
Pandang aku dengan rendah Yah, aku tak mengapa
Biar saja hitam lumuri aku
Biar saja belati lucuti aku
Hingga aku tak bersisa apa- apa

Hingga esok pun aku akan biarkan mereka tertawa tentang ku.
Dalam Diam Aku Berontak
dalam berontak aku diam.

Thursday, August 11, 2016

Aku Tetap Memikirkanmu 2

  1 comment

Ada alasan kenapa aku tak bisa membencimu, karena tujuan memilikimu bukan itu. Aku ingin tetap bertahan, dengan segala apa yang kuharapkan dan tanamkan saat awal aku mencintaimu.

Awalnya, begitu mudah aku menerimamu dengan kenyataan-kenyataan kalau kau memang peduli terhadap apa yang kulakukan. Mulai dari pagi hingga aku ingin tertidur, kau tak pernah telat memberi kabar, kau tak pernah sedikitpun membuatku khawatir, dan yang membuat aku benar-benar menerimamu adalah percakapan yang kita lakukan selalu ada tawa dari semua itu yang kutemukan satu, dan tak pernah ku temukan pada orang lain.

Kutemukan rasa 'nyaman'. Sederhana sekali rasa ini tumbuh semakin berkembang besar bahkan aku sendiri sulit mengendalikannya, rasa nyaman berubah menjadi rasa cinta. Kau pun sama.

Ini bukan sesederhana rasa nyaman hadir, kau tau ada beberapa orang yang berusaha mendekatiku lalu aku hiraukan begitu saja, karena aku belum menemukan kecocokan mulai dari percakapan yang membosankan hingga candaan yang garing, semua itu tak kutemukan pada dirimu.

Ini proses yang begitu cepat. Sebenarnya kau gunakan sihir apa, sehingga masa pendekatan kita memang begitu cepat. Aku rasa, semua pendekatan melakukan beberapa proses, adaptasi yang begitu merepotkan agar kita bisa saling menerima. Namun kita melakukannya sangat begitu cepat.

Ini bukan berarti aku akan mudah melupakanmu, tidak sama sekali. Aku hanya menunggu seseorang yang tepat dan mengesankan saat proses memulihkan hati karena "Tersakiti" oleh pacarku dulu, proses itu sangat lama. Dan pada akhirnya aku temukan dirimu, kau cepat merespon hati yang kosong, aku pun. Tak mudah untuk jatuh cinta namun begitu mudah menerima proses jatuh cinta denganmu, sangat mengesankan bukan?
Lihat saat ini, cinta yang kita buat, cinta yang kita bangun selama beberapa bulan, aku memang belom begitu banyak merasakan apa yang pernah kita Lewati tapi aku yakin semua akan baik baik saja kedepannya bersamamu.

Sadarkah?
Kau tahu? Cinta memang tumbuh dari hal yang sederhana, karena kita sudah saling tercandu akan pesan singkat yang kita kirimkan dan kita terima.

Kau tahu? Aku memang mudah dibuat tersenyum, namun aku sulit mengendalikan senyum itu ketika aku menerima pesan singkat darimu.

Ternyata kau tak bisa membuatku khawatir sedikitpun. Kau tahu? Aku merindukanmu, dan lebih dari ini.

Aku Tetap Memikirkanmu

  3 comments

Luka itu bukan jarak, luka itu bukan perpisahan, dan luka itu bukan kita yang kadang susah bisa menerima keadaan karena berjauhan. Aku mencintaimu. Tak percaya? Lihat nanti siapa yang akan memberikan senyuman dan seketika kau tak bisa berkata apa- apa, kejutan yang kau pun tak bisa menebak itu kapan, dan aku pun tak tahu. Tentunya kejutan itu sangat membuat kita berarti, dalam hal menunggu.
"Aku sudah di depan rumahmu, coba kamu keluar"
aku dan kamu jelas merindukan ucapan itu hadir.

Pada saat itu aku akan sangat bahagia karena melihat senyummu yang beraduk airmata bahagia, karena aku berhasil mengerjaimu dalam pertemuan kita nanti, dan itu akan ku ucapkan berkali-kali agar kau tetap menantiku. Sederhana bukan? Aku sangat mencintai kejutan itu, termasuk kamu.

Aku mengerti jika kamu sibuk dan tak sempat memberiku perhatian lebih, aku tahu kau sangat butuh pengertianku agar kau tetap merasa ada meskipun kita berjauhan, aku tahu kamu bukan berpaling dariku, aku ingin kita saling memberi ruang agar kita sama-sama fokus dengan apa yang kita kejar dan kerjakan sekarang dan nanti.

Rindumu dan rinduku terlalu berlebihan, sayang. Kadang aku menyadari betapa sangat berartinya kamu ketika kamu sibuk, kau sempat memberiku kabar,dan akupun begitu. Aku tetap memikirkanmu, meskipun aku sering telat mengabarimu.

Bagiku, selama kita terpisah berarti kita sudah tahu betapa kuatnya kita menahan rindu, cinta yang tertahan oleh jarak, dan bagaimana kita memahami satu sama lain tentang kesetiaan, jika tak seperti ini entahlah, kita sudah dimakan oleh jenuh yang tiap hari harus melakukan rutinitas
"Kita ketemuan dimana"
"Kamu jemput aku"
"Malam ini mau makan dimana"
dan pertemuan seperti itu tak ada kata makna yang berarti, pasti datar- datar saja .

Ah, sudahlah. Aku Afif, dan aku tetap memikirkanmu, meski itu terhalang oleh gengsiku untuk mengatakannya.

Monday, August 8, 2016

Diammu Membunuhku

  3 comments



Geliat asa membungkus raga
akan rasa yang kian sirna
aku lelah, aku gelisah dalam diammu
seakan kau hujam aku dengan ribuan mata pisau
hingga sesak dada oleh sembilu
aku terpuruk, oleh tatapmu
terkulai, terkapar tak bermaya
namun taukah kasih, aku pernah menjuntai asa
terbang oleh rasa yang kau balut cinta
hingga tak sadar ku dendangkan syair
syair rinduku yang kian menggebu
Namun, saat tajam matamu diam membisu
semua seakan sirna, semua seakan tak lagi ada untukku
oh kasih, carilah kedalam hatiku
hingga aku tak lagi mencarimu
masuklah, semua rasa dihati adalah untukmu
datanglah kasih, ku disini tak ada tanpamu
kemarilah, cobalah lepaskan gelisah ini
kau bunuh harapan ini dengan diammu
sedikit saja tak maukah mengerti?
akan siapa dan bagaimana diri ini untukmu
mungkin aku gila, mungkin aku tak lagi waras
hingga senyummu pun tak kulihat lagi
namun saat kau diam tanpa sebab
seakan aku semakin hilang
aku bukan siapa-siapa saat kau tak hiraukan cinta ini
hati yang diam, kata yang tak lagi ada untukku
membuatku semakin ada dalam jenuhku .