Monday, October 3, 2016

Sesuatu Yang Hilang

  5 comments

-Aku tak tahu apa yang harus kuucapkan, dan aku tak tahu bagaimana nada yang benar saat aku menyampaikan hal ini-
Apa kabar kamu hari ini? Segala kesibukanmu berjalan dengan lancar kan? Hati-hati, cuaca sedang buruk, terlebih lagi kamu mudah terserang flu atau demam. Sepi tidak di sana? Ah, iya, aku sudah jarang mengirimimu pesan sepanjang yang pernah kulakukan dulu. Ponselmu pasti terlihat lebih tenang, ya? Kamu suka itu? Sepertinya ini lebih dewasa, tapi asal kamu tahu aku selalu menulisnya dengan menghapus dan mengetiknya ulang beberapa kali untuk memperpendek pesanku. Kamu tak butuh sakit, jadi, yah kamu sudah hafal kan apa yang akan kukatakan dalam topik ini? Aku rasa aku tak perlu mengingatkanmu terlalu banyak.
Masalah aku rindu padamu atau tidak, itu bukan hal rahasia yang harus kau cari tahu. Tapi jika kau tak mengetahuinya, tenang saja, aku tak akan mengecapmu dengan predikat kurang peka, toh nanti aku pasti akan secara otomatis mengirimimu pesan yang berisikan bahwa aku rindu padamu. Tak usah memaksa untuk jadi lebih peka. Aku cukup tahu diri dengan kondisi kita yang menyulitkan kita bahkan untuk sekadar berbalas pesan.
Kenapa? Kau merasa ada yang salah ya di sini? Tidak, tidak ada, ini tetap aku, kok. Siapa aku yang kau kenal beberapa lama yang lalu, hanya saja kali ini dengan adaptasi yang berbeda, yang kusesuaikan dengan bagaimana dan siapa kamu sekarang. Kalau aku berhasil, dan kau menyukainya, beritahu aku, ya.
Ingat saja satu hal, aku selalu mencintaimu dengan cara yang kamu tahu. Kamu mengenalku dengan sangat baik, jika kamu merasa aku memaksakan diriku untuk bersikap seperti ini, aku tak bisa menyalahkan anggapanmu, karena kamu terlalu tahu apa adanya aku.
Terlepas dari apa yang sudah terjadi dan merubah keadaan kita, aku hanya ingin kembali ke masa lalu sebentar saja untuk mengumpulkan kekuatan dan semangatku, karena semua ini terlalu berbeda dari siapa kita sebelumnya.

Thursday, September 22, 2016

Perkara siapa yang terbaik

  27 comments

Bisa kau beri alasan kenapa kau memilih orang yang kau pilih saat ini, orang yang telah mengisi hatimu selama ini, orang yang kau sendiri tak punya alasan untuk meninggalkannya saat ini. Entah kenapa orang itu memang yang terbaik, tapi bukankah ada banyak orang yang lebih baik disana dibanding orang yang kau pilih saat ini?

Perkara cinta, bukankah masalah ragu, jenuh, egois, dan pencemburu, semua adalah bumbu. Lalu banyak orang menilai semua adalah kekurangan dari apa yang selama ini kita menerima apa adanya cinta.

Banyak cinta yang buta akan kekurangan. Mereka seakan lupa kalau selama ini dia lebih dari apa yang kau harapkan disana. Bukankah dengan merelakan dan menunggu adalah pengorbanan yang tulus baginya, sebuah kesetiaan yang langka, yang semua orang belum tentu bisa melakukanya.

Ada banyak orang disana sedang dilupakan akan masalah- masalah kecil, yang mereka ingat hanyalah 'lari dari masalah', lalu melampiaskannya dengan hati yang baru, yang menurut mereka , hati yang baru akan lebih baik ketimbang hati yang lama yang hanya merusak dan tidak ada rasa pengertiannya.

Menyesal karena telah memilih hati yang baru itu Ungkapan bodoh mereka yang telah mantap meyakinkan hati untuk hati yang baru dan mengecewakannya begitu saja dikemudian hari, yang seakan lupa, janji-janji manis yang sering diucapkan "Aku, gak akan ninggalin kamu" ini bukan perkara siapa yang pergi dan siapa yang telah lelah mempertahankan karena hubungan yang tak seimbang.

Ada banyak rasa bersalah karena mereka bingung untuk apa bertahan dalam kondisi cinta yang sudah tidak ada pada kedua belah pihak. Bukankah itu akan menyakiti keduanya. Tapi, bisakah teliti sebentar dengan apa yang pernah dilakukan dulu, kesempatan untuk mendapatkannya, dan pengorbanan untuk memantapkan hatinya untukmu. Di luar sana ada banyak orang yang jauh lebih baik dari apa yang kamu kejar, tapi ia memilihmu.

Ini pernyataan yang menyakitkan untuk dirasakan, untuk direnungkan, untuk diketahui kalau kau layak untuknya, mantapkan hatimu kembali, kalau cinta yang kau bangun dulu, dan kau akan bangun kembali dengan bangunan yang lebih kokoh lagi, anggap saja kalau dulu kau belum begitu gigih untuk membangun pondasi cinta yang kuat untuknya. San kali ini kesempatan memang berpihak dua kali padamu, dan yang mesti kau lakukan adalah, kau gunakan dan dia tak kembali ragu untuk meyakinkanmu.

Sepertinya ada saja masalah yang hadir dalam cinta, bukankah sudah dibahas tadi kalau itu bumbu, ah itu bukan bumbu, itu Vitamin agar kita bisa bertahan.

Jika bumbu itu terlalu banyak tidak enaklah sebuah makanan. tapi, jika Vitamin itu teratur kita gunakan walaupun banyak itu akan memperkokoh tubuh kita dan tak akan goyah sama sekali. Ini perkara cinta, untuk apa memulai dan menyakiti.

Lalu untuk apa kata sempurna? Menjadi yang sempurna memang pilihan, tapi perkara melengkapi jauh lebih baik dari sempurna. Jika ada kesempurnaan namun tidak melengkapi untuk apa? Bukankah cinta untuk saling memberi lalu menerima yang dalam arti melengkapi. Bukan memberi lalu "kau sempurna di matanya".

cinta itu melengkapi apa yang kurang dengan yang dicintainya. Belajarlah melengkapi sebuah cinta, lalu kau akan mendapatkan yang terbaik untuk kau syukuri.

dan orang yang terbaik saat ini berada jauh dari dirimu, dan sulit untuk meyakinkan apa dia benar- benar yang terbaik dan melengkapimu.

Monday, September 19, 2016

Sangatlah Buruk

  No comments

Sangat lah buruk, ketika kita mengharapkan seseorang yang bisa kita pertahankan namun semua sirna ketika waktu yang membuat kita bertemu pada titik yang sama, jenuh.

Sangatlah buruk, ketika harapan yang sudah kita bangun bersama, hubungan yang kita yakin sudah kokoh menjadi terbalik ketika waktu menguji kita dengan keras kepalanya kita.

Sangatlah buruk, ketika cinta yang sudah kita tanam mulai tumbuh benih-benih pengertian satu sama lain, semua tertutup ketika kita menjadi enggan memilih siapa yang ingin kita pahami.

Sangatlah buruk, ketika apa yang kita hadapi bersama, masa tersulit masa ketika kita bisa tertawa bersama menjadi harapan ingin melupakan satu sama lain.

Sangatlah buruk, ketika kita sudah mengerti untuk menunggu satu sama lain, namun semua sirna ketika waktu mengikis kesabaran.

Sangatlah buruk, ketika kepercayaan yang kita pegang untuk memahami, semua sirna ketika orang lain masuk dalam hubungan kita. Jangan bertanya siapa yang memulai.

Sangatlah buruk, dan buruk sekali. berbulan bulan kita memperjuangkan satu sama lain, berbulan bulan kita membangun impian, dan berbulan bulan kita menyimpan rindu. Semuanya akan kita lupakan dengan masa yang paling sulit, menerima hati yang baru. Dan tetap melupakan.

Friday, September 9, 2016

Aku Ingin Kita Bertahan

  1 comment

Siapa sangka, kita bisa dipertemukan dalam kondisi cinta yang ruangnya berbeda. Ini memang bukan keinginan kita, tapi dari kondisi ruang yang berbeda kita diberikan selang waktu yang tidak dijelaskan, selang waktu yang dimaksud adalah "pertemuan". Kapan kita menentukan pertemuan? Bukankah setiap rencana pertemuan hadir selalu tertunda entah itu masalah kamu disana dan aku disini, selalu ada masalah yang menunda pertemuan kita. Aku tak tak tahu ini kenapa bisa terjadi, tentunya hikmah dari semua tertundanya pertemuan adalah, kita diajarkan rasa 'sabar' yang lebih, perlahan memberi arti kedewasaan untuk menyikapinya.

Ada harapan yang kau janjikan, selalu seperti aku mengharapkan perkataanmu dulu "Semua yang aku lakukan disini, kesibukan apapun aku, aku ingin sepenuhnya bisa berbagi denganmu" aku ingin apa yang kau katakan tadi benar adanya hingga saat ini. Aku rindu kau berkata
"Aku kangen kamu lho, lagi sibuk juga,. Tapi, kapan ya aku bisa nemuin kamu. Kangen tapi gak bisa ninggalin kesibukkan disini, semoga kamu sabar, ya, Sayang" itu percakapan ketika saat saat kita benar benar merasa greget oleh rindu, kau yang mengucapkannya langsung, kau tak tahu, saat kau mengatakannya tak terasa buliran air menetes di pipiku.



Aku rindu semuanya, semua tentang kesibukkanmu yang mudah berbagi denganku. Setidaknya kau anggap aku ada denganmu, di sisimu dan selalu memberi semangat, agar kau tetap adanya kau. Melakukan semuanya dengan baik dan menjaga hubungan kita dengan baik.

Aku tak ingin berhenti sampai disini, semua sudah terlalu banyak perjuangan yang selama ini kita lakukan.
Pertemuan yang kau sendiri tidak kenal lelah selama dalam perjalanan, aku tak ingin menyerah hanya karena berjuang sendiri. Tersadar sudah berapa banyak pengorbanan yang kau lakukan untukku, menemuiku, meluangkan banyak waktunya untukku.

Semua itu demi agar kerinduanku akan kamu tak sia-sia bukan? Aku seharusnya yang sadar kalau kedatanganmu nanti bukan hanya demi diriku disini, melainkan hubungan supaya kita terjaga dengan baik-baik, begitupun rindu.

Tak banyak inginku, aku ingin selalu mengerti. Terlalu banyak harap yang kau timbulkan, kekecewaan tak akan menyurutkan kalau aku benar-benar ingin mempertahankanmu. Aku memahami kalau kita masih terlalu dini membicarakan kommitmen, tapi aku ingin hubungan kita tak kita sia-siakan dengan keegoisan karena alasan mungkin karena kita masih muda.

Aku ingin kita saling mencintai layaknya pagi, dimana matahari barulah terbit, sejuknya tetesan embun, saat aku terbangun ada harapan-harapan baru setiap harinya.

Semangat baru, cinta yang kau tanamkan agar tumbuh menyejukkan kita, dan untuk mempertahankan kalau hari yang dimiliki adalah kita.

Monday, August 15, 2016

Kita dan rindu.

  1 comment

Kita adalah sebuah perjalanan, entah itu berapa lama kita akan singgah untuk bersama.
Ada dua arah yang kita lalui, kau disana aku disini.

Kita adalah sebuah harapan, tentang bagaimana mengendalikan waktu.
Waktu yang terasa lambat karena rindu.
Waktu yang terasa berhenti tentang kamu.
Waktu yang selalu diam jika kutanya "kapan ia pulang"
Waktu yang menjawab kau kembali.

Kita yang menciptakan kerinduan.
Tentram dalam keramaian, gaduh saat hening.

Kita adalah kesempatan.
Menciptakan kebersamaan saat terpisah.
Mengharapkan kebersamaan menjadi abadi.

Rindu adalah anugerah.
Karena kita yang menciptakan.
Jauh dan terpisah, mendoakan dalam diam.

Saturday, August 13, 2016

Mereka Tertawakan Aku

  4 comments

Mereka tertawakan aku
Akan naifnya diriku dalam pencarianku tentang ungkapan Peduli.

Mereka katakan itu sesuatu yang menggelikan dan tidak realistis.
Aku tak mengapa.

Mereka tertawakan aku
Ketika ku dekati hidup kelam dan ku peluk mesra ia seolah kami saling mengasihi.

Meski aku tahu kalau – kalau hitam dapat bunuh aku seketika itu juga.

Tanpa kata terujarkan terlebih dahulu.
Aku tak pedulikan
Mereka tertawakan aku

Ketika ku percaya saja akan permainan sang belati.
Meski kemudian ku dapati luka di segala penjuru sanubari.
Dan ku berlinang airmata
hingga mengering karna sapuan angin.

Aku bertahan
Aku bukan siapa-siapa
Aku hanya seorang pengelana yang haus akan ungkapan kasih sesungguhnya.

Dimana bisa ku temui ia
dalam wujudnya yang
terselubung sekalipun.
Dalam celahnya yang tersempit sekalipun.

Dan tahu apa mereka tentang dalamnya benak ku?
Tahu apa mereka tentang relung jiwaku ketika mereka Tertawakan aku?

Yang mereka tahu hanya yang terlihat kasat mata.
Tidak lah mereka lihat makna sesungguhnya dari mata hitam itu.

Ada derita
Ada kecewa
Terangkum menjadi satu warna tanpa terang di sertakan didalamnya
Jadi bagaimana bisa mereka dapati itu?
Tidaklah mereka rasakan tindak tanduk sejujurnya dari belati itu.

Protes keras sayap kiri nan radikal Dengan lautan imajinasi yang frontal Enyahkan nikmat serta welas asih yang tak pernah sang belati kecap Jadi bagaimana mereka bisa dapati itu?

Mereka tertawakan aku
Pandang aku dengan rendah Yah, aku tak mengapa
Biar saja hitam lumuri aku
Biar saja belati lucuti aku
Hingga aku tak bersisa apa- apa

Hingga esok pun aku akan biarkan mereka tertawa tentang ku.
Dalam Diam Aku Berontak
dalam berontak aku diam.

Thursday, August 11, 2016

Aku Tetap Memikirkanmu 2

  1 comment

Ada alasan kenapa aku tak bisa membencimu, karena tujuan memilikimu bukan itu. Aku ingin tetap bertahan, dengan segala apa yang kuharapkan dan tanamkan saat awal aku mencintaimu.

Awalnya, begitu mudah aku menerimamu dengan kenyataan-kenyataan kalau kau memang peduli terhadap apa yang kulakukan. Mulai dari pagi hingga aku ingin tertidur, kau tak pernah telat memberi kabar, kau tak pernah sedikitpun membuatku khawatir, dan yang membuat aku benar-benar menerimamu adalah percakapan yang kita lakukan selalu ada tawa dari semua itu yang kutemukan satu, dan tak pernah ku temukan pada orang lain.

Kutemukan rasa 'nyaman'. Sederhana sekali rasa ini tumbuh semakin berkembang besar bahkan aku sendiri sulit mengendalikannya, rasa nyaman berubah menjadi rasa cinta. Kau pun sama.

Ini bukan sesederhana rasa nyaman hadir, kau tau ada beberapa orang yang berusaha mendekatiku lalu aku hiraukan begitu saja, karena aku belum menemukan kecocokan mulai dari percakapan yang membosankan hingga candaan yang garing, semua itu tak kutemukan pada dirimu.

Ini proses yang begitu cepat. Sebenarnya kau gunakan sihir apa, sehingga masa pendekatan kita memang begitu cepat. Aku rasa, semua pendekatan melakukan beberapa proses, adaptasi yang begitu merepotkan agar kita bisa saling menerima. Namun kita melakukannya sangat begitu cepat.

Ini bukan berarti aku akan mudah melupakanmu, tidak sama sekali. Aku hanya menunggu seseorang yang tepat dan mengesankan saat proses memulihkan hati karena "Tersakiti" oleh pacarku dulu, proses itu sangat lama. Dan pada akhirnya aku temukan dirimu, kau cepat merespon hati yang kosong, aku pun. Tak mudah untuk jatuh cinta namun begitu mudah menerima proses jatuh cinta denganmu, sangat mengesankan bukan?
Lihat saat ini, cinta yang kita buat, cinta yang kita bangun selama beberapa bulan, aku memang belom begitu banyak merasakan apa yang pernah kita Lewati tapi aku yakin semua akan baik baik saja kedepannya bersamamu.

Sadarkah?
Kau tahu? Cinta memang tumbuh dari hal yang sederhana, karena kita sudah saling tercandu akan pesan singkat yang kita kirimkan dan kita terima.

Kau tahu? Aku memang mudah dibuat tersenyum, namun aku sulit mengendalikan senyum itu ketika aku menerima pesan singkat darimu.

Ternyata kau tak bisa membuatku khawatir sedikitpun. Kau tahu? Aku merindukanmu, dan lebih dari ini.

Aku Tetap Memikirkanmu

  3 comments

Luka itu bukan jarak, luka itu bukan perpisahan, dan luka itu bukan kita yang kadang susah bisa menerima keadaan karena berjauhan. Aku mencintaimu. Tak percaya? Lihat nanti siapa yang akan memberikan senyuman dan seketika kau tak bisa berkata apa- apa, kejutan yang kau pun tak bisa menebak itu kapan, dan aku pun tak tahu. Tentunya kejutan itu sangat membuat kita berarti, dalam hal menunggu.
"Aku sudah di depan rumahmu, coba kamu keluar"
aku dan kamu jelas merindukan ucapan itu hadir.

Pada saat itu aku akan sangat bahagia karena melihat senyummu yang beraduk airmata bahagia, karena aku berhasil mengerjaimu dalam pertemuan kita nanti, dan itu akan ku ucapkan berkali-kali agar kau tetap menantiku. Sederhana bukan? Aku sangat mencintai kejutan itu, termasuk kamu.

Aku mengerti jika kamu sibuk dan tak sempat memberiku perhatian lebih, aku tahu kau sangat butuh pengertianku agar kau tetap merasa ada meskipun kita berjauhan, aku tahu kamu bukan berpaling dariku, aku ingin kita saling memberi ruang agar kita sama-sama fokus dengan apa yang kita kejar dan kerjakan sekarang dan nanti.

Rindumu dan rinduku terlalu berlebihan, sayang. Kadang aku menyadari betapa sangat berartinya kamu ketika kamu sibuk, kau sempat memberiku kabar,dan akupun begitu. Aku tetap memikirkanmu, meskipun aku sering telat mengabarimu.

Bagiku, selama kita terpisah berarti kita sudah tahu betapa kuatnya kita menahan rindu, cinta yang tertahan oleh jarak, dan bagaimana kita memahami satu sama lain tentang kesetiaan, jika tak seperti ini entahlah, kita sudah dimakan oleh jenuh yang tiap hari harus melakukan rutinitas
"Kita ketemuan dimana"
"Kamu jemput aku"
"Malam ini mau makan dimana"
dan pertemuan seperti itu tak ada kata makna yang berarti, pasti datar- datar saja .

Ah, sudahlah. Aku Afif, dan aku tetap memikirkanmu, meski itu terhalang oleh gengsiku untuk mengatakannya.

Monday, August 8, 2016

Diammu Membunuhku

  3 comments



Geliat asa membungkus raga
akan rasa yang kian sirna
aku lelah, aku gelisah dalam diammu
seakan kau hujam aku dengan ribuan mata pisau
hingga sesak dada oleh sembilu
aku terpuruk, oleh tatapmu
terkulai, terkapar tak bermaya
namun taukah kasih, aku pernah menjuntai asa
terbang oleh rasa yang kau balut cinta
hingga tak sadar ku dendangkan syair
syair rinduku yang kian menggebu
Namun, saat tajam matamu diam membisu
semua seakan sirna, semua seakan tak lagi ada untukku
oh kasih, carilah kedalam hatiku
hingga aku tak lagi mencarimu
masuklah, semua rasa dihati adalah untukmu
datanglah kasih, ku disini tak ada tanpamu
kemarilah, cobalah lepaskan gelisah ini
kau bunuh harapan ini dengan diammu
sedikit saja tak maukah mengerti?
akan siapa dan bagaimana diri ini untukmu
mungkin aku gila, mungkin aku tak lagi waras
hingga senyummu pun tak kulihat lagi
namun saat kau diam tanpa sebab
seakan aku semakin hilang
aku bukan siapa-siapa saat kau tak hiraukan cinta ini
hati yang diam, kata yang tak lagi ada untukku
membuatku semakin ada dalam jenuhku .

Thursday, July 28, 2016

Untukmu Yang Tersayang

  3 comments

Untukmu Yang Tersayang

Seakan hilang akal sehat saat semua ini datang. tak perduli lagi akan hilangnya sesuatu yang direncanakan waktu. ketidak mungkinan menjadi mungkin. ketidak berdayaan menjadi sekuat rumput yang tak terobohkan oleh dasyatnya topan.

Jika datang saat saat waktu tanpa kecerian dan tanpa adanya kespesialannya, yang terasa setiap detik hanya sesuatu yang sangat menyiksa, begitu sesak saat dihembuskan .

Sulit dijelaskan tapi mudah dimengerti saat dirasakan .
Ketakutan akan hilangnya sosok yang membuat akal sehat menjadi goyang, dan sosok yang bisa menjadi pupuk bagi rumput yang tak terkalahkan oleh topan adalah ketakutan yang sangat luar biasa menyiksa kekerasan otak yang telah lemah karena hadirnya.

OOh Semesta.. Apakah ini namanya.

kata kata luar biasa pun lahir karena Luar biasanya perasaan ini saat berada disampingnya. kau adalah sosok catatan terindah di dalam barisan teks sederhana Hari hari berlalu bersama bayang bayangnya semakin membuat diri tak menentu, perasaan yang menggagu selalu ada pada diri dan hatiku .Menjadi belenggu pada setiap waktu dalam diri dan hidupku.

Kau adalah sosok yang mampu taklukan hati dengan senyuman Membuat Diri ini berdiri karena kau hadir disisi saat aku jatuh sakit kau adalah aspirin bagai Mentari yang menghangatkan Pagi.

Untukmu yang tersayang kusanjung dirimu setiap waktu. kunanti dirimu bagai malam yang menanti pagi .

ketulusan suci sakralnya perasaan ini kupersembahkan hanya untuk dirimu Kucoba memampukan sesuatu yang kau suka untukku gapai. aku mengerti apa yang kau mau, hargai dirimu, menjadi imammu.

karena kau diciptakan dari bagian diriku selain itu kau adalah tulang rusuku.

Saturday, June 25, 2016

Jaifani Skema Hubungan Rumit

  8 comments

gak tau maunmulai dari mana yang jekas persis nya seperti ini.

hari itu cuaca dingin karena angin malam berhembus dengan semilirnya menerjang kulit yang tak terbalut dengan helaian helaian kain baju.

di dingin nya malam itu aku sedang duduk sambil dolanan hp diantara kerumunan yang setia menemaniku dengan bunyi bisingnya(kriik-kriiik-kriiik-kriiik!) saat sedang asik nya tiba tiba ada sebuah bunyi yang berasal dari hpku mempertandakan adanya suatu pesan yang baru.

saat aku lihat ternyata aku menemukan orang yang dulu ada disini dihatiku dia menanyakan kabar ,dia meminta maap ,dia bersenda gurau, dia dan dia dan dia.

sejak saat itu sampai hari hari selanjutnya selanjuynya dan selanjutnya sampai sekarang dia masih bersenda gurau mencoba mendekat dan mendekat hingga semakin dekat.

Bagaimana perasaanku? semua orang pasti tau lelaki paling rentan jika didekatdekatkan dengan sifat,tutur,manja dan melasnya wanita. pastinya akan memiliki perasaan yang semua orang tau apa isi dari perasaan itu.

Aku gak berani Nyatain walaupun sebenernya aku boring kalo gak ada dia susah kalo gak ada yang nanyain bingung kalo gak ada yang nge ping.

Teebenak kata kata (Kenapa gak ditembak.?)
hingga sampai sampai teringat percakapan ku dengan teman .

Gon-gon sebut saja namanya begitu

  • Gg(Gon-Gon) = " Bocah kok Pacaran wanine lewat hp " ( nada ketus )
  • A (Aku) =" Sopo sing pacaran sih wong aku cuma karo batir sing dadi mantan " (nada sedikit nesu dangan gaya jawaban)

  • GG = " Ora pacaran kok koyo ngunu temen. telpon sampe jam 12 tiap saur gugahi opo kui ora pacaran." ( dengan sinis)

  • A = " La aku yo bingung kok, karo keadaan aku dan dia , sajane ki opo ne aku ki. "(nada hheran)

  • GG = " Yo koe genahne ojo ngegantung ngunu "

  • A=" Le aku iso yo wes tak genahne. masalahe aku ki wedi mbok an aku salah ngartikne keadaan iki " (nada sumringah)

  • GG = " oh yo aku paham . intine koe karo kae Rumit yo. iso jadi kae nunggu kae. disisi lain koe wedi salah arti.

  • A = "Iyo bener koe gon "

di sesi percakapan itu terjadi gejolak di jiwa. diiringi dengat pahitnya pengalaman

selama aku pacaran sama semua cw yang pernah ada di sini dihati. semuanya ninggalin aku. semuanya gak bisa mengerti sama keadaan dan semuanya gak bisa nerima title ku.

jadi sekarang susah buat ku untuk memulai ataupun mencoba. buat si dia / si kamu maaf kalo kita gak jelas langkahnya. kita tetap aku dan kamu, aku dan kamu akankah mungkinkah kalo menjadi kita?

semuanya itu terjawab saat sebenarnya kamu menyatakannya atau aku yang menyatakannya tentang jika kamu memang benar benar bisa menerima keadaan dan kehidupanku. .

Dan Kalo aku salah menilai semuanya tentang aku dan kamu dan keadaan kita sekarang..

mungkin aku harus jauh jauh buang fikiran ini sambil menyanyikan ( Peterpan - Kukatakan Dengan Indah ) dan meminta maaf kepadamu tentang kacaunya diriku karna perlakuanmu.
agar semuanya tetap seperti biasanya. dan kita akan selamanya menjadi aku dan kamu. dan tak akan menjadi kita. dan pastinya aku akan kembali duduk dimalam yang seperti biasanya yang berbunyi nyaring itu.

setelah sumuanya ini semoga kamu baca dan mengerti tantang apa yang ada di otak dan berujung di lidah ku ini . namun belom bisa sampai menjalar ke telingan dan perasaanmu.